Aliya Diza Rihhadatul Aisy Siswi Berprestasi Ditengah Pandemi dari Kota Batu. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan para siswa di Kota Batu, Jawa Timur, untuk mengukir prestasi bergengsi. Baik di tingkat regional maupun nasional. Salah satunya adalah Aliya Diza Rihhadatul Aisy, siswa SMP Negeri I Kota Batu. Aliya meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aliya Diza Rihhadatul Aisy Siswi Berprestasi Ditengah Pandemi dari Kota Batu

Siswi kelas IXC ini berulangkali berprestasi dalam kreativitas seni membatik. Keinginan Aliya untuk mengembangkan batik sudah dimulai sejak kelas 3 SD dan mulai belajar membatik dengan bergabung di Sanggar Batik Gondo Kusumo atau lebih dikenal dengan nama Sanggar Anjani Batik Galeri, sejak usia 8 tahun sampai sekarang.



Segudang prestasi diraih Aliya ketika masih duduk di SD. Aliya pernah Juara 1 Lomba membatik tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016. Juara harapan 1 lomba membatik tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015. Juara harapan 1 pada lomba membatik tingkat Nasional tahun 2016. Juara harapan 1 lomba siswa berprestasi bidang seni tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2016.

Sampai saat ini Aliya telah menghasilkan karya kain batik kurang lebih 300 lembar.Aliya mengatakan, batik-batik itu saya beri nama “Maru Bayu” (Maneka Rupa Batu Ayu). Maknanya adalah beraneka ragam kecantikan Kota Batu. Alasan Aliya memilih nama “Maru Bayu” sebagai identitas batik karyanya karena motif batik karyanya diambil dari berbagai keberagaman yang dimiliki oleh Kota Batu. Di antaranya, sayur dan buah khas Kota Batu, tempat wisata, serta budaya sebagai potensi lokal kearifan lokal yang dimiliki Kota Batu.

Ketekunan selalu barakhir dengan kesuksesan. Frasa itu barangkali yang bisa jadi kesimpulan dari jerih payah Aliya Diza Rihadat Ulaisy, siswi SMPN 01 Kota Batu.



Terima Hadiah Rp. 35 Juta dari Kemendikbud RI

Dia berhasil mendapatkan penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar Rp. 35 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia berkat ketekunan dan dedikasinya dalam hal membatik.

Lewat Batik Marubayu (Manekorupo Batik Ayu), dirinya berhasil menyabet penghargaan Anugerah Kebudayaan kategori Anak dan Remaja 2020.

Gadis asli kelahiran Batu ini menjelaskan bahwa ia dianggap sebagai individu yang memajukan dan melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia di lingkungan sekitarnya sejak dini.




Pada mulanya, ia jatuh cinta dengan seni batik sejak kelas 3 SD. Namun saat itu ia hanya sebatas suka menggambar dan kerap mengamati para pengrajin batik yang ada di wilayah Kota Batu.

Saat ini hasil batik karya Aliya telah diperjualbelikan di Kota Batu dengan kisaran harga 700 ribu sampai 3 juta.

Sumber Aliya Diza Rihhadatul Aisy Siswi Berprestasi Ditengah Pandemi dari Kota Batu:


Read previous post:
Mengenal Vertigo Secara Singkat
Mengenal Vertigo Secara Singkat

Close