3 Aplikasi Belajar Bahasa Pemrograman untuk Anak-anak. Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer.Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer.

3 Aplikasi Belajar Bahasa Pemrograman untuk Anak-anak

Baca Yuk :

Apakah Anda tahu, saat ini ada beberapa tools untuk belajar bahasa pemrograman atau coding bagi anak-anak? Ya, tools ini sangat berguna untuk melatih anak-anak sampai remaja untuk mengasah keterampilan coding mereka agar siap menghadapi era revolusi industri 4.0 di Indonesia.



Perlu diketahui, Indonesia saat ini sedang menghadapi revolusi industri 4.0 yang menuntut penggunaan teknologi digital di segala sektornya. Alhasil, coding atau bahasa pemrograman menjadi salah satu kunci sukses untuk menuju ke era tersebut.

Belajar coding atau bahasa pemrograman tidak lagi erat kaitannya dengan orang-orang dewasa saja yang ingin bergelut di dunia IT. Anak-anak pun sudah bisa belajar coding sejak dini, dan tentunya dengan cara yang lebih mengasyikkan.

Biasanya pemrograman sangat identik dengan kegiatan yang cukup menguras konsentrasi dan pola pikir seseorang. Sangat berbanding terbalik dengan kebiasaan anak-anak yang cenderung ingin bermain ataupun mencoba hal-hal yang menyenangkan.

Pengertian Bahasa Pemrograman atau Coding?

Sederhananya, coding adalah sebuah instruksi untuk memerintah komputer agar bisa menjalankan fungsi tertentu. Bahasa pemrograman ini terdiri dari suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.



Fungsi utama dari bahasa pemrograman adalah untuk memerintah komputer agar dapat mengolah data sesuai dengan langkah-langkah atau logika penyelesaian yang telah dibuat oleh programmer.

Misalnya saja, seperti data apa saja yang akan disimpan atau diteruskan, mana data yang ingin diolah, langkah apa saja yang harus diambil, dan lain sebagainya.

Setidaknya, ada tiga tingkatan dalam bahasa pemrograman atau coding. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Low-Level

Bahasa pemrograman tingkat rendah atau low-level berisi instruksi yang ditujukan kepada komputer menggunakan kode biner atau disebut dengan bahasa mesin.



Pengkodean tersebut bisa langsung diterjemahkan atau dijalankan oleh komputer tanpa harus melalui proses kompilasi terlebih dahulu. Namun karena kompleksitas instruksi yang sangat terbatas, programmer hampir tidak membuat program menggunakan bahasa mesin.

2. Mid-Level

Bahasa program tingkat menengah adalah instruksi berupa kode mnemonic, seperti ADD, SUB, DIV, STOLOD, JMP, dan lainnya.

Akan tetapi, bahasa di tingkatan ini tetap harus diterjemahkan ke dalam bahasa mesin terlebih dahulu. Sebab, komputer hanya mengerti penggunaan kode mesin saja.

3. High-Level

Bahasa program tingkat tinggi yang berisi instruksi yang menggunakan bahasa yang dimengerti manusia.




Pengkodean jenis ini meliputi, pemrograman berorientasi objek, pemrograman berbasis web, pemrograman basis data, pemrograman aplikasi mobile, dan masih banyak lagi.

Ada 3 Aplikasi Belajar Bahasa Pemrograman untuk Anak-anak

Sekarang kita masuk ke bahasan utama, yakni beberapa tools belajar coding untuk anak-anak. Setidaknya 6 alat pembelajaran pengkodean untuk buah hati Anda. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

1. Stencyl

Tools belajar bahasa pemrograman untuk anak-anak selanjutnya adalah Stencyl. Aplikasi ini dapat Anda gunakan di perangkat Mac ataupun Windows 10.




Stencyl sebenarnya adalah aplikasi yang memungkinkan anak-anak untuk membuat permainan atau game sendiri. Mereka hanya perlu drag dan drop beberapa script yang disediakan ke dalam area kerja di layar utama.

Anak-anak juga dimungkinkan untuk mengetikkan kode secara manual. Menariknya, game yang dibuat di Stencyl bisa dimainkan di Android, iOS, Windows, sampai Mac. Link website : http://www.stencyl.com

2. Scratch

Tools pertama adalah Scratch yang dikembangkan oleh perusahaan MIT Media Lab. Platform satu ini dikemas secara menarik agar anak-anak dapat belajar pemrograman dengan cara yang mengasyikkan.



Scratch mengajarkan bahasa pemrograman kepada anak-anak di rentang usia 8 hingga 16 tahun dengan media visual yang menarik. Anak-anak akan disuguhi area kerja yang mencakup beberapa script atau perintah, variabel, dan lain sebagainya.

Anak-anak hanya tinggal mengolah logika mereka masing-masing, dan menempatkan script serta variabel tersebut ke dalam area kerja sesuai keinginan mereka.

Di sini juga tersedia banyak artikel yang berisi pemahaman dasar untuk membantu orang tua membimbing anak-anak mereka saat belajar bahasa pengkodean. Link website : https://scratch.mit.edu

3. Alice

Berikutnya, Alice adalah platform yang memperkenalkan pemrograman 3D inovatif kepada anak-anak. Alice memungkinkan pengguna untuk membuat animasi sampai permainan interaktif yang sederhana.

Sama seperti Stencyl, Alice juga sangat mudah untuk digunakan. Anak-anak sebagai pengguna hanya perlu drag dan drop script ke area kerja untuk membuat sebuah program.




Script yang tersedia di ALice pun sudah sesuai dengan standar dalam bahasa pemrograman berorientasi objek, seperti Java, C#, dan lain sebagainya. Link Website : https://www.alice.org/

Nah, itu dia beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatan untuk belajar bahasa pemrograman bagi anak-anak. Semoga bermanfaat, dan selamat belajar coding!

Source : https://www.kamiwebdevelopment.com/cek-3-aplikasi-belajar-bahasa-pemrograman-untuk-anak-anak/

Baca Yuk :