Mengenal Terapi Musik dari Terapis Musik Indonesia di Amerika, Laura Sekarputri. Ketika kamu merasa sedih, galau, jenuh, marah, atau suasana hati yang bikin tak bersemangat, kamu bisa memutar musik agar perasaan lebih nyaman. Begitu juga ketika kamu sedang gembira, musik akan menggenapkannya dengan alunan nada yang kamu suka. Mungkin kamu mengira sedang melakukan terapi musik kepada diri sendiri. Tapi itu tak sepenuhnya benar.

Mengenal Terapi Musik dari Terapis Musik Indonesia di Amerika, Laura Sekarputri

Terapis musik Laura Sekarputri mengatakan, terapi musik pada tatanan profesional lebih kompleks lagi. Menurut Laura yang selama ini menjadi terapis musik bagi para lansia di Rumah Sakit Addison Gilbert dan psikiatri di Beverly Hospital (Leland Unit), Boston, Massachusetts, masih banyak orang salah kaprah terhadap terapi musik. “Tak sedikit yang mengira profesi terapis musik ini hanya memperdengarkan lagu ke pasien lalu setelah itu semua beres. Itu keliru,” kata Laura kepada Tempo, Jumat 18 Desember 2020.



Mengutip Asosiasi Musik Terapi Amerika atau American Music Therapy Association, terapi musik adalah intervensi musik secara klinis dan berbasis bukti dalam suatu terapi psikologi. “Harus dipandu oleh profesional yang sudah menyelesaikan program terapi musik terakreditasi,” kata Laura. Tujuannya, meningkatkan kesehatan fisik, memenuhi kebutuhan mental spirtual, hingga kebutuhan sosial.

Laura menjelaskan, terapi musik dapat diterapkan sejak bayi dalam kandungan hingga orang dengan usia lanjut. Beberapa kondisi tertentu yang membutuhkan terapi musik antara lain ibu bersalin, bayi prematur, anak berkebutuhan khusus, remaja, dewasa, sampai lanjut usia.

Lulusan summa cum laude dari Berklee College of Music, Boston, Massachusetts, ini menyampaikan berbagai bidang ilmu yang dia pelajari selama mengambil jurusan Terapi Musik. “Harus mempelajari banyak jenis lagu untuk mengakomodasi genre favorit pasien, belajar psikologi, dan anatomi tubuh manusia, dan fisiologi,” kata Laura.

Satu hal yang harus dipahami oleh pengguna jasa terapis musik adalah, metode ini tidak menyembuhkan pasien total seratus persen hanya dengan musik. “Kami membantu meringankan dan mempercepat proses pemulihan,” kata Laura Sekarputri. Contohnya, terapi musik multi-model neurologic enhancement kepada bayi prematur di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Laura mengatakan bayi prematur di ruang NICU memiliki kondisi tubuh yang lemah dan suara mesin di sekitarnya membuatnya stres. Teknik terapi musik tadi membantu bayi-bayi prematur merasa bahagia. Indikasi keberhasilannya adalah berat badan naik, lebih aktif bergerak, dan membantu mereka cepat pulih. “Tentu akan menghemat biaya rumah sakit juga,” kata dia.

Penerapan terapi musik pada lansia membutuhkan jurus yang berbeda. Laura mengatakan, umumnya pendekatan kepada lansia akan lebih efektif dengan memutar lagu saat mereka masih muda, usia 20-an. “Karena musik itu subjektif, maka kami memainkan lagu-lagu pasien suka,” ucapnya. Laura biasanya menangani pasien berdasarkan permintaan dari rumah sakit, panti jompo, sekolah berkebutuhan khusus, atau langsung dari pasien itu sendiri.

Seorang terapis musik harus mengenal pasien beserta latar belakangnya. Penting juga mengetahui diagnosis penyakit dan preferesi lagu-lagu kesukaannya. Terapis musik harus melakukan assement dengan pasien dan menentukan tahapan-tahapan terapi beserta tujuan yang terukur. Memberikan terapi musik juga tak bisa hanya satu dua kali, melainkan simultan dalam periode tertentu, sesuai dengan kebutuhan pasien.

Beberapa teknik terapi musik yang Laura terapkan, antara lain memainkan lagu dengan alat musik tertentu, menyanyi bersama, menulis lagu, dan segala improvisasi musik supaya pasien lebih ekspresif. Itu sebabnya Laura kerap membawa keranjang berisi berbagai alat musik agar pasien bisa mencoba memainkannya atau yang sudah bisa bermain alat musik dapat menggunakannya. Laura biasanya membawa tamborin, ukulele, dan sejenisnya.



Mengenai profesi terapis musik di Indonesia, menurut Laura, belum berkembang sebagaimana di Amerika. Meski begitu, tak menutup kemungkinan jika satu saat dia kembali dan menerapkan ilmunya di Tanah Air. “Tapi saat ini saya ingin mencari lebih banyak pengalaman di sini dan cukup besar dukungan dari dunia kesehatan untuk terapi musik,” katanya.

Laura yang berkecimpung di dunia terapi musik tak lupa dengan akar ilmu musiknya. Dia tetap aktif sebagai musikus dan kini sedang mengaransemen dua lagu. Laura akan membawakan lagu tersebut dengan petikan gitar dan tampil bersama pemenang Grammy Awards 2020, Jon Samson.

Mengenal Terapi Musik dari Terapis Musik Indonesia di Amerika, Laura Sekarputri

Sumber  https://gaya.tempo.co/read/1416608/mengenal-terapi-musik-dari-terapis-musik-indonesia-di-amerika-laura-sekarputri/full&view=ok

Read previous post:
Beasiswa Kalimantan Timur (BKT)
Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) Rp 163 Miliar untuk 44.289 Penerima Beasiswa

beasiswa untuk suku anak dalam, suku anak dalam, suku anak dalam sumatera selatan, beasiswa sumatera selatan, beasiswa suku anak dalam
Beasiswa untuk Suku Anak Dalam Sumatera Selatan

jadwal-belajar-dirumah-bersama-tvri
Jadwal Dan Materi Belajar Dari Rumah di TVRI Hari Selasa 22 Desember 2020

Close