Longsor Sumedang Total Korban Sementara 19 Jiwa. Longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang akibat hujan deras Sabtu (9/1) 2021 sore dan longsor susulan pada malam hari mengakibatkan 22 orang tertimbun material longsor. Sebanyak 11 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, tiga orang selamat dan 8 orang masih dilakukan pencarian.

Longsor Sumedang Total Korban Sementara 19 Jiwa

Ketika berita ini di muat, dan dikutip dari CNNIndonesia.com BNPB mencatat, jumlah korban longsor ini mencapai 19 jiwa. Selain korban meninggal, 18 warga mengalami luka-luka, dengan rincian luka berat 3 jiwa dan 15 luka ringan.



Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir korban meninggal dunia yang tertimbun material longsor diantaranya adalah Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui rilis mengungkapkan mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama. Namun, datang longsor susulan dan korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi.

Bapak Gubernur Jabar Emil meninjau langsung lokasi tanah longsor yang memakan korban jiwa tersebut. Ia pun meminta semua pihak untuk waspada terhadap longsor susulan. Menurut laporan yang diterima, masih terjadi retakan tanah di sekitar lokasi bencana.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, rawan menjadi permukiman warga. Menurutnya, tak semua lahan laik untuk menjadi tempat tinggal.

“Ini menjadi peringatan, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama karena tidak semua lahan layak untuk ditinggali dan tidak bisa dipaksakan. Lahan ini sebenarnya memang rawan untuk ditinggali,” kata Emil dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1).

Warga Direlokasi

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berharap masyarakat di sekitar area longsor, termasuk korban bersedia direlokasi lantaran wilayah mereka telah masuk zona merah.

Doni pun meminta warga tak berada di sekitar lokasi longsor sampai ada pemberitahuan resmi hasil kajian pemerintah soal rumah atau wilayah yang masih bisa ditempati.

“Bagi yang sudah diputuskan, kawasan itu adalah zona merah masyarakat harus ikhlas melepaskan rumah dan tanahnya untuk direlokasi di tempat yang baru,” ujar Doni.



Menurut Doni, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan membantu warga mencari lahan baru jika direlokasi. Pemerintah pun siap membantu warga yang menjadi korban longsor. Bantuan nantinya akan diklasifikasi berdasarkan tingkat kerusakan hunian akibat longsor.

Longsor Sumedang Total Korban Sementara 19 Jiwa

Jenderal bintang tiga itu menjelaskan bantuan sebesar Rp50 juta akan diberikan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Sedangkan, untuk rumah rusak sedang sebesar Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

“Sampai dengan tadi pagi, jumlah kerusakan masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Sumedang,” katanya.

longsor-sumedang3

Read previous post:
Pesawat Sriwijaya Air
Black Box Adalah Perekam Penyebab Kecelakaan Pesawat Berwarna Cerah

Bantuan Kuota Data Internet 2020
Cek Kuota Belajar Kemendikbud 2021

JADWAL SKD CPNS
Lowongan CPNS 2021 Lulusan SMA/SMK di Kejaksaan Agung

Close