Elon Musk Donasikan 100 Juta Dollar Untuk Sayembara Teknologi Penangkap Karbon. CEO Tesla dan SpaceX , Elon Musk , menggelar sayembara untuk mendorong terciptanya teknologi penangkapan karbon yang lebih inovatif. Musk menuliskan dalam cuitan twitternya di hari Jumat kemarin, 22 Januari, bahwa dirinya akan memberikan hadiah USD100 juta (Rp1,4 triliun) untuk teknologi penangkapan karbon terbaik.

Elon Musk Donasikan 100 Juta Dollar Untuk Sayembara Teknologi Penangkap Karbon

Saat salah satu warganet menanyakan apakah reaktor sabatier bisa dianggap sebagai teknologi penangkap karbon, dirinya menganggap teknologi tersebut baik untuk energi terbarukan sepenuhnya yang digunakan pada roket.



Sehingga menyelesaikan sebagian persoalan, namun membutuhkan rantai hidrokarbon yang lebih panjang dari metana (CH4) untuk menjadi solid di suhu kamar. NASA memang menggunakan sistem sabatier, yang awalnya dikembangkan ahli kimia Prancis penerima Hadiah Nobel bernama Paul Sabatier di awal 1900-an, untuk memproduksi air di stasiun luar angkasanya.

Musk, yang secara singkat menggeser CEO Amazon, Jeff Bezos, sebagai orang terkaya di dunia, sebelum turunnya harga saham Tesla yang membuatnya lengser kembali, sempat bertanya kepada warganet di Twitter tentang cara terbaik membagikan uang.

Pada tahun 2012 lalu, Musk telah menandatangani Giving Pledge, yaitu sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Bill Gates dan Warren Buffet, untuk menyumbangkan setengah kekayaan selama masa hidupnya.

Elon Musk Donasikan 100 Juta Dollar Untuk Sayembara Teknologi Penangkap Karbon



Dana tersebut dialokasikan guna kemajuan pendidikan sains dan teknik, penelitian energi terbarukan, penelitian pediatrik, dan penelitan eksplorasi luar angkasa. Namun, menurut laporan Forbes, sejauh ini Musk baru menyumbang USD100 juta, bahkan kurang dari 1% dari kekayaan bersihnya. Meski begitu, sayembara penangkapan karbon yang diinisiasi Musk bisa mengarah pada kepedulian memerangi perubahan iklim, terutama di bawah kepemimpinan Joe Biden, Presiden Amerika Serikat yang baru.

https://www.medcom.id/ekonomi/global/Rkjl17wN
https://sains.sindonews.com/read/310094/768/

Read previous post:
Makan Buah Alpukat
Manfaat Makan Buah Alpukat

Close