Black Box Adalah Perekam Penyebab Kecelakaan Pesawat Berwarna Cerah. Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, ditargetkan menemukan kotak hitam alias black box.

Black Box Adalah Perekam Penyebab Kecelakaan Pesawat Berwarna Cerah

Black box itu diharapkan bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya pesawat yang berdasarkan manifes mengangkut 62 orang tersebut.

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.



Mengutip dari Flight Radar 24, black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) dan FDR (Flight Data Recorder).

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

Ide dasarnya, jika ada masalah yang muncul dengan pesawat, terutama jika terjadi kecelakaan, data dari kotak hitam dapat membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.

Merujuk ke Natgeotv, perekam suara kokpit biasanya terletak di bagian ekor pesawat. Black box berfungsi untuk mencatat apa yang dikatakan kru dan memonitor setiap suara yang terjadi di dalam kokpit.

Percakapan antara pilot yang berlangsung tepat sebelum pesawat rusak atau sebelum terjadi ledakan akan membantu peneliti yang mengidentifikasi penyebab kecelakaan.

Penyelidik terlatih dapat menangkap suara seperti suara mesin, peringatan, atau ping darurat. Para penyelidik juga dapat mengetahui informasi penerbangan penting, seperti kecepatan pesawat terbang dan kecepatan perputaran mesin, dan kadang-kadang dapat menemukan penyebab kecelakaan dari suara di dalam pesawat sebelum terjatuh.

Sementara itu, perekam suara kokpit juga sangat penting untuk menentukan waktu kejadian karena berisi informasi seperti komunikasi antara kru dengan kontrol darat dan pesawat lainnya.

Bagian black box lainnya yang tak kalah penting adalah perekam data penerbangan. Alat ini sangat penting karena merekam berbagai fungsi pengoperasian pesawat sekaligus, seperti waktu, ketinggian, kecepatan udara dan arah yang dituju pesawat.

Perekam data penerbangan modern juga mampu memantau aksi lain yang dilakukan oleh pesawat seperti pergerakan flap pada sayap, pilot otomatis, dan pengukur bahan bakar.

Informasi yang disimpan dalam perekam data penerbangan dapat menentukan apa yang penyebab kecelakaan pesawat. Data yang disimpan di perekam membantu penyelidik kecelakaan penerbangan (Air Crash Investigators) menghasilkan rekonstruksi video komputer. Rekonstruksi video komputer itu dapat membantu penyelidik untuk memvisualisasikan bagaimana gambaran penanganan pesawat sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Black box juga dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB). Perangkat tersebut akan aktif segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki.

Fungsi alat tersebut adalah guna membantu menemukan black box setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut.

Untuk mempermudah menemukannya, black box sebenarnya tidak berwarna hitam melainkan berwarna oranye terang. Seperti yang telah disebutkan di awal, black box atau kotak hitam hanya sebuah istilah. Sebetulnya kotak berwarna cerah, yaitu oranye.

Pemberian warna cerah dimaksudkan untuk membantu para pencari pesawat jika kotak tersebut berada di lautan yang cukup dalam. Oleh sebab itu, semua kotak hitam memiliki suar pencari lokasi bawah air yang dapat mengirimkan sinyal saat kontak dengan air.

Kotak hitam juga punya masa baterai, biasanya satu kotak hitam dapat bertahan sekitar satu bulan setelah pesawat lepas landas.

Pengujian Sebelum Dipakai

Sebelum disematkan di pesawat, black box diuji terlebih dahulu dengan cara diluncurkan di dinding beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam dan mesti menahan beban 2,25 ton di suhu 1.100 derajat celsius selama satu jam.

Pengujian black box dilakukan untuk melihat seberapa baik kotak menahan tekanan massa di kedalaman ribuan meter di bawah air, seperti dilansir Aerotime.



Black box pertama kali ditemukan seorang ilmuwan muda Australia bernama David Warren. Saat Warren bekerja di Laboratorium Penelitian Aeronautika di Melbourne pada pertengahan 1950-an ia terlibat dalam penyelidikan kecelakaan seputar kecelakaan misterius pesawat komersial bertenaga jet pertama di dunia, Comet.

Saat itu ia terinspirasi bahwa sebuah rekaman yang merekam kegiatan dan data di pesawat akan berguna bagi penyelidik penyebab kecelakaan. Lalu, dia kemudian bekerja membuat perekam data penerbangan dasar.

Black Box Adalah Perekam Penyebab Kecelakaan Pesawat Berwarna Cerah

Australia menjadi negara pertama di dunia yang membuat black box dan yang kemudian mewajibkan untuk semua pesawat komersial.

Read previous post:
Bantuan Kuota Data Internet 2020
Cek Kuota Belajar Kemendikbud 2021

JADWAL SKD CPNS
Lowongan CPNS 2021 Lulusan SMA/SMK di Kejaksaan Agung

klaim-token-listrik-pln
Cara Klaim Token Listrik Gratis

Close